Jumat, 04 Maret 2011

Berpaling Dari Cinta Mu

Aq tak bisa memungkiri,
Bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
Termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
Maka jika harus demikian …..
Untuk apa hati ini qu tambatkan kepada yang buat qu sakit.
Hati ini peka terhadap pengaruh diri mu ,
Jika aku harus mengagumi lawan jenis selain diri mu …
Itu adalah fitrahku sebagai manusia
Yaa Allah ………..
Sucikanlah hati qu hanya untuk siapa yang pantas menempatinya
Dengan keridhoan mu, cukup dia sajalah yang aq cintai
Karena aq tidak menginginkan keburukan yang pernah aq perbuat sebelum nya,
Amiiin…..

By : Ardian

…. Membawa Pergi Cinta Mu …..

Dengan tak menghubungimu,
Tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
Dan bahkan sekedar chatting untuk menyapamu,
Ini cara qu ….
Mencintaimu dengan menjauh darimu,
Bukan karena aku membencimu,
Namun …..
Karena aq ingin menjagamu dan menjaga diri qu sendiri dari khalwat yang menjebak,
Aq mencintaimu dengan menjaga diri qu dan diri mu,
Menjaga kesucian qu dan kesucian mu,
Menjaga kehormatan qu dan kehormatan mu,
Menjaga kebeningan hati qu dan hati mu,
ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
Mencintaimu dalam diamku,
Karena diam qu adalah bukti cinta qu padamu….
dan sekarang,,,,,,,,
Keadaan menegurku
Sehingga dapat membantu menyadarkan qu dari kesalahan yang telah aq perbuat,
Meskipun pesona mu di mata qu masih terlalu indah

By : Ardian

^^… Melepas mu ….^^

Waktu ini terus berjalan
perlahan tapi pasti ………
Melenyapkan sebuah kisah
Antara kau dan Aq …..

Terima kasih qu ucapkan kepadamu
Yang telah merubah dunia qu ….
Walau akhirnya harus aq yang mengalah
Tapi aq takkan pernah menyesal mencintaimu

Perpisahan ini bukanlah sebuah akhir …….
Namun, ini merupakan sebuah awal
Awal untuk melepasmu..
Awal untuk merelakanmu...
Awal untuk mengenangmu...
Dan awal untuk sebuah harapan ….

Aku tak pernah menginginkan ini terjadi
Rasanya waktu cepat sekali berputar
Andaikan qu punya waktu lagi …….
Aq pasti takkan menyia-menyiakannya..
Kan qu jaga rindu ini …. Cinta ini ….. sayank ini
Hanya buat mu

By : Ardian

Selasa, 01 Maret 2011

wanita Jawa itu,

ngerti tata-krama.....
unggah-ungguh........
lemah lembut..........
pemalu,pantang menyerah......
setia .............

by : Ardian

Watak Perempuan yang menjadi Pertimbangan Laki-laki

Watak Wedi,
menyerah, pasrah, jangan suka mencela, membantah atau menolak pembicaraan. Lakukan perintah laki-laki dengan sepenuh hati. Untuk pasangan yang terpisah jarak, seorang teman yang sudah menjadi istri pernah di nasehati untuk selalu patuh dengan kehendak suami, tentu dalam hal yang tidak bertentangan norma. Sudah terpisah jarak dan tidak setiap hari bertemu, masa harus disertai perselisihan yang tidak pokok.
Watak Gemi,
tidak boros akan nafkah yang diberikan. Banyak sedikit harus diterima dengan syukur. Menyimpan rahasia suami, tidak banyak berbicara yang tidak bermanfaat. Lebih lengkap lagi ada sebuah ungkapan, gemi nastiti ngati-ati. Kurang lebih artinya sama dengan penjelasan gemi diatas. Siapa laki-laki yang tidak mau mempunyai pasangan yang gemi?
Watak Gemati,
penuh kasih. Menjaga apa yang disenangi suami lengkap dengan alat-alat kesenangannya seperti menyediakan makanan, minuman, serta segala tindakan. Mungkin karena hal ini, banyak perempuan jawa relatif bisa memasak. Betul semua bisa beli dan cepat atau pembantu, apalagi untuk perempuan kerja zaman sekarang, tapi tetap masakan sendiri yang tidak tiap hari adalah sebuah bentuk kasih sayang seorang perempuan di rumah untuk suami (keluarga).

by : Ardian

3 karakter perempuan jawa

1. Tangguh, bekerja keras, pantang menyerah

Karakter ini bisa terlhat jelas di pedesaan jawa, sangat banyak (mungkin semua) perempuan jawa bekerja membantu kehidupan keluarga di sawah, rumah sendiri atau rumah orang lain. Parameter bekerja aadalah menghasilkan (earning) dan cukup bisa membagi waktu untuk keluarga. Ketangguhan dan pantang menyerah terhadap tujuan hidup untuk perempuan jawa modern sekarang mungkin bisa dilihat dengan banyaknya yang merantau keluar daerah seorang diri untuk bekerja atau pendidikan.

2. Hemat, tidak matre, mau hidup susah

Relatif mementingkan hal yang lebih besar dan jangka panjang daripada penampilan sesaat. Tidak berlebihan dalam bersolek sesuai dengan kondisi sosial-ekonominya, lebih memilih rumah yang cukup daripada memaksakan diri punya mobil, hemat sekaligus siap segala sesuatu yang menyusahkan, serta mau berjuang hidup bersama dengan kondisi pas-pasan.

3. Penurut, setia, lembut

Menurut apa kehendak laki-laki (dan memang cenderung inferior atau justru bisa dilihat sebagai bentuk menghargai laki-laki), tidak menuntut, dan lemah lembut (konon apalagi untuk perempuan Solo). Ada ‘kurang baiknya’ juga mungkin, dimana banyak poligami dilakukan oleh laki-laki jawa (hanya kemungkinan melihat statistik minimal 50% penduduk Indonesia adalah Jawa). Ingat Ayam Bakar Wong Solo, kata sebuah sumber penjualannya di sebuah kota di non-jawa) merosot (sekarang tutup?) karena ‘aksi boikot’ yang dilakukan oleh ibu-ibu di kota tersebut. Terlepas dari poligami, disini hanya melihat dari sisi penurutnya

by : Ardian

Minggu, 27 Februari 2011

Cinta Di Usia Senja

hari terus merantai hari mengikat minggu menjadi bulan
kuat menendang satu tahun dan tangkas menyeret tahun berikutnya
sekejap saja, aku telah terlempar ke usia senja
tak berdaya diriku, hanya mampu berharap

tapi semenjak kau hadir
harap-harap kecil diam-diam bersarang dipikiranku membangun sebuah mimpi
sayap-sayap kecil terus tumbuh dihatiku yang renta
begitu ringan membawaku terbang jauh
begitu bebas, begitu lepas tanpa beban

memory otakku seakan tak berbatas mengisi senyummu
tatapanmu mempercepat denyut-denyut dijantungku yang telah lama melemah
selalu kamu dan kamu yang mengisi hati dan fikirku
apapun, dimanapun, dimanapun selalu hanya kamu
apakah yang terjadi padaku ?
malu-malu hatiku mengaku
mungkinkah aku telah jatuh cinta ?
by : Ardian